Sabtu, 03 Desember 2011

ini nih, cara cari perguruan tinggi yang cocok dan bagus buat kalian

Bila kita telusuri, setiap tahunnya kurang lebih ratusan ribu siswa SMU (Sekolah Menengah Utama) yang lulus dan siap untuk melanjutkan jenjang pendidikannya ke tingkat universitas. Walaupun jumlah siswa yang ingin melanjutkan ke jenjang kuliah hanya sekitar 20%, namun jumlah ini masih bisa dikategorikan banyak mengingat jumlah sekolah di Indonesia yang cukup banyak.
Rata – rata, banyak calon mahasiswa yang masih bingung dan kurang mengerti mengenai jurusan yang akan mereka raih. Kadang mereka hanya mendengarkan informasi – informasi dari teman – temannya atau dari orang tua mereka. Tidak sedikit yang menyatakan bahwa Universitas Negeri jauh lebih baik dibanding Universitas swasta. Hal – hal ini lah yang seringkali dimanfaatkan oleh lembaga pendidikan untuk menawarkan paket pengajaran dan konsultasi serta janji pasti lulus untuk masuk ke universitas negeri. Sementara janji yang ditawarkan dengan uang yang harus di keluarkan tidak sebanding.
Pada intinya, seorang konsultan sangat baik untuk pemilihan universitas, hanya saja calon mahasiswa bisa mencari sendiri tanpa harus menghire mereka. Berikut hal – hal yang harus diperhatikan dalam memilih universitas yang cocok buat calon mahasiswa:
  • Perhatikan Rangking nasional dan juga akreditas jurusan dari universitas tersebut. Ada beberapa website yang bisa membantu calon mahasiswa dalam mengetahui akreditas dan rangking nasional dari universitas – universitas tersebut. Diantaranya carikampus.com. Ingat kita harus jeli, universitas bagus, bukan berarti akreditas tiap jurusan juga baik. Kadangkala ada universitas kurang terkenal tapi memiliki akreditas di suatu jurusannya A dan memiliki kerjasama dan fasilitas yang sangat baik.
  • Perhatikan posisi universitas itu berada. Lingkungan diluar universitas sangat menentukan kualitas mahasiswa. Semakin menunjang lingkungan di universitas tersebut, semakin baik. Jakarta misalnya, mengapa orang lebih memilih Jakarta dibanding tempat lain, fasilitas menunjang (fasilitas internet yang cepat, heterogen, perpustakaan yang sangat lengkap dan baik, seminar – seminar orang – orang terkenal,workshop, dll) serta kemudahan mencari lapangan pekerjaan, walaupun kita tahu biaya hidup di Jakarta jauh lebih mahal dibanding kota – kota lain. Bandung misalnya, kota yang sangat baik dalam hal fashion dan wiraswasta. Semarang juga bisa dijadikan acuan sebagai kota tua yang memiliki berjuta – juta nilai seni.
  • Biaya Pendidikan sangatlah penting bagi calon mahasiswa. Ingat terlalu mahal biaya yang dikeluarkan bukan berarti semakin baik. Ada universitas yang berharga sangat murah, bukan berarti biaya fasilitasnya juga ikut buruk. Namun coba dicari bagaimana mereka mampu membiayai universitas tersebut. Ingat, banyak universitas – universitas yang dibuat bukan untuk mencari uang semata. Tapi banyak universitas – universitas yang dibuat untuk membantu mereka – mereka yang kurang mampu atau sebagai investasi suatu perusahaan dikemudian hari. Contohnya Politeknik Astra, dll.
  • Carilah universitas yang memiliki UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang aktif. Banyak mahasiswa – mahasiswa menunjukan kemampuannya bukan pada saat belajar didalam kelas, tapi mereka mencurahkan segala kemampuannya pada saat terjadi ekstra kurikuler tersebut. UKM juga bisa mendekatkan tiap – tiap mahasiswa untuk mengenal satu sama lain.
  • Sedikit tambahan dari saya, coba mencari koneksi sebanyak – banyaknya pada saat kuliah. Memang Om Bob pernah berkata untuk tidak perlu kuliah.. tapi masih banyak kan orang – orang kaya yang kuliah. For Your Information, Bill Gates berkembang dan dapat mendapatkan ilmu – ilmu pada saat dia kuliah. Dia juga menemukan teman terbaiknya pada saat kuliah. Mark Zuckerberg juga sebelum mendirikan facebook masih kuliah. Dia mendapatkan ide untuk membuat facebook dari teman – temannya yang dikuliahan dulu.

Akhir kata, yang paling penting ada diri sendiri. Kuliah bukan main – main. Banyak orang yang hanya berpikir „ah ini saja yang saya pilih, mudah“ atau „saya mau coba ah. Siapa tau berhasil“. Bila calon mahasiswa gagal, berarti tidak saja materi yang hilang tapi waktu. Ingat uang bisa dicari kembali, tapi waktu tidak bisa dikembalikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar